Dalam wawancara ini saya akan mewaan carai ibu
edah yang membuka bisnis rumahan tralis
Saya: permisi ibu bisa di ceritakan kisah ibu
sampai membuka bisnis ini.
Ibu Edah : jadi pada awalnya dulu saya saat
suami saya masih di TNI AU saya tingal di subang dan sayamembuka warung kecil dekat sekolah
kalau tidak salah itu pada tahun 1980 an dengan penghasilan 10 ribu per hari
namun karna suami sya pindah tugas ke bandung
saya menginvestasikan modal, kalau tidak salah dulu saya membeli 5 kolan terapung
tapi itu tidak lama setelah ada beberapa
tahun kolan tersebut terkena limbah dan hancur padahal saya hanya baru beberapa
kali mengirimkan ikan ke pengumpul ikan, setelah itu saya mejual kolam tersebut ke
saudara suami saya dengan harga yangjauh dari harga awal (murah) lalu saya istirahat dulu dan mencoba mencari usaha
sampingan lain untuk membiayai anak saya yang msh kuliah pada saat itu.
Setelah saumi saya pensiun dari TNI AU saya
dan suami saya mencoba merintis bisnis rongsokan sekitar 10 tahun sekaligus
saya membuka kontrakan waktu itu.Sampai anak kedua saya lulus dari kuliahnya.
Tapi karna ada konslet listrik dari salah satu
penghuni kos-an,tempat kos-an dan tempat rongsokan kami terbakar
habis, setelah beberapa tahun kemudian ada kenalan
saya yang menawari untuk membuka bisnis tralis ini saya coba untuk membuka bisnis tralis ,bisnis
tralis ini baru berjalan sekitar satu tahun dengan pendapatan 1-6jt/bulan uang
kotornya dan uang bersihnya 500-2jt/bulan tidak tentu karna sesuai jumlah
pesanan yang di dapat, jika dapat borongan tentu penghasilan bisa lebih banyak
lagi. Selain membuka bisnis tralis saya juga
terpikir untuk menkontrakan sebagian rumah saya ke orang lain dengan harga 13jt/tahun
Saya: berapa modal pertama untuk membuka usaha tralis ini bu
Ibu edah : sekitar 4jt itu untuk membeli
las-lasan dll.
Saya :resiko apa saja yang di hadapi dlm
menjalan kan usaha tralis ini
Ibu edah :mungkin dari jumlah pesanan kita
harus pandai pandai membujuk orang agar membeli jasa kita, karna pembuatan
sebangsa tralis dan canopy itu tidak dipakai hanya 1 hari kita harus lebih
sering mememukan pelangan baru dalam usaha ini
Saya: apa ibu kana membuka usaha lain selain
usaha ini
Ibu edah: rencananya saya akan mebuka warung
didepan rumah saya
Saya: apa saran ibu untuk orang yang ingin
berwirausaha
Ibu edah:
saran saya jangan cepat menyerah jika
gagal coba dan coba lagi karna keberhasilan tidak langsung datang hanya
dengan sekali mencoba.
Saya: terimakasih bu atas saranya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar