Pages

CMR | Hakim



CRM (Customer Relationship Management)

Definisi
CRM adalah adalah suatu jenis  strategi perusahaan  yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata para pelanggannya.CRM juga dapat didefinisikan sebagai  strategi atau pendekatan yang diterapkan suatu organisasi untuk mempelajari kebiasaan dan keperluan pelanggan sehingga suatu organisasi memiliki hubungan yang lebih dekat ke pelanggan. Terdapat juga pengertian lain dari CRM, dimana CRM didefinisikan sebagai sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi.

Berdasarkan definisi tersebut terlihat bahwa CRM bukan hanya sebagai suatu teknologi yang diwujudkan dalam bentuk system informasi tetapi lebih tepatnya adalah suatu  strategi perusahaan yang diwujudkan dengan bantuan teknologi dengan penekanan hubungan terhadap pelanggan yang lebih baik.Hal ini senada dengan pernyataan Glen Petersen dalam bukunya “ROI: Building the CRM Business Case”,dimana ia mengatakan “istem CRM yang paling sukses ditemukan dalam organisasi yang menyesuaikan model bisnisnya untuk profitabilitas, bukan hanya merancang ulang sistem informasinya”

Sasaran dan Tujuan
Sasaran dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan  pelanggan dan tujuan utama dari CRM adalah  menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama ,mengurangi biaya pemasaran dan pelayanan pelanggan. Selain tujuan tersebut juga terdapat tujuan lain dari CRM seperti :
  • menyediakan barang dan jasa yang benar-benar dibutuhkan pelanggan
  • menyediakan pelayanan pelanggan yang lebih baik
  • penjualan barang yang lebih baik
Berdasarkan analisa terhadap tujuan dan sasaran dari CRM dapat dilihat disini bahwa hasil dari CRM adalah menejemen hubungan dengan pelanggan yang lebih baik yang meliputi :
  • jumlah pelanggan baru yang meningkat
  • jumlah pelanggan lama yang tetap
  • tercapainya pelayanan pelanggan yang lebih baik
Tipe dan Jenis
  • otomasi tenaga penjualan
merupakan bentuk crm yang menggunakan perangkat lunak untuk merampingkan semua tahap dari proses penjualan sehingga meminimalkan waktu yang diperlukan oleh perwakilan penjualan setiap tahap. Hal ini memungkinkan penjualan perwakilan untuk mengejar lebih banyak klien dalam jumlah waktu yang lebih singkat
  • pusat panggilan(call center)
  • Pemasaran
sistem pemasaran CRM membantu perusahaan mengidentifikasi dan menargetkan klien potensial dan menghasilkan lead yang berkualitas untuk tim penjualan. Kemampuan pemasaran kunci yang dimaksud dengan pelacakan dan pengukuran pemasaran dengan berbagai media, termasuk email, pencarian, media sosial, telepon dan surat langsung.
  • Analisis
aplikasi yang dibuat khusus untuk analisis dan intelijen bisnis memungkinakan memantau dan memahami tindakan klien dan preferensi, melalui peramalan penjualan, kualitas data, dan dashboard yang menampilkan grafis

Tahapan-tahapan dalam CRM
Terdapat beberapa tahapan atau langkah dalam CRM, berikut ini adalah tahapan tahapan dalam CRM:
  1. Menentukan tujuan CRM suatu organisasi
  2. Meng-edukasi departemen yang terkait
  3. Mencari informasi pelanggan
  4. Mendesain data model
  5. Mempelajari dan memilih solusi CRM
  6. Menentukan autoritas dan jalur tanggung jawab
  7. Menjalankan pilot project
  8. Komunikasi langsung dengan pelanggan
  9. Melakukan survey terhadap kepuasan pelanggan
  10. Mengumpulkan kembali umpan balik dari pelanggan
  11. Menganalisa umpan balik dan mendokumentasikannya
  12. Mengimplementasikan metode baru
Tahapan tahapan tersebut bisa dikatakan sebagai sekumpulan tugas yang saling berkaitan. Tugas tugas tersebut tentu saja memerlukan actor untuk menjalankannya dan dalam kaitan tersebut seluruh departemen menjadi actor khususnya bagi departemen yang berhubungan langsung dengan pelanggan seperti departemen pemasaran, pelayanan pelanggan ,dll

Apakah CRM termasuk kedalam proses bisnis atau fungsi
Proses bisnis adalah sekumpulan tugas yang dipicu oleh even tertentu dan menghasilkan hasil yang bisa teridentifikasi dan bisa dihitung  bagi penggunanya. Sedangkan fungsi adalah pekerjaan atau departemen yang memerlukan kemampuan tertentu.Tidak jarang fungsi ini dapat terjadi antar lintas departemen.Berdasarkan pengertian tersebut terlihat disini bahwa CRM mempunyai sekumpulan tugas dan dipicu oleh sebab tertentu, namun bila dilihat dari hasil yang diberikan oleh CRM tidak semuanya bisanya dihitung.Berapa banyak pelayanan yang lebih baik yang telah dilakukan merupakan suatu pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara quantitatif.
Berdasarkan definisi sebelumnya tentang proses bisnis dan fungsi. Dapat dilihat bahwa proses bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya penyebab, seperti contoh proses pemenuhan pesana tidak akan berjalan bila tidak ada pesanan barang. Namun fungsi akan tetap ada berjalan walaupun selama periode tertentu penyebabnya tidak ada, seperti contoh fungsi atau bagian akademik dalam universitas akan tetap ada dan berjalan walaupun dalam periode libur semester. Sama seperti halnya CRM  walaupun tidak ada pengaduan dari pelanggan, pusat panggilan akan tetap beroperasi setiap harinya.
Dengan dua alasan diatas terlihat jelas bahwa CRM merupakan suatu fungsi yang lintas departemen dan bukan merupakan proses bisnis.

AFTER SALES SERVICE




"Wah..aku sudah malas membeli asuransi. Kalau belum membeli, Agennya hampir tiap hari datang..tapi kalau sudah beli, susah setengah mati cari Agennya. Apalagi kalau kita mau nanya nanya, cuma dikasi nomer telpon customer care perusahaannya. Trauma deh beli asuransi..."
Dalam rangkaian siklus penjualan mulai pengumpulan daftar nama biasanya Agen terhenti pada tahapan closing. Penerimaan premi dan proses SPAJ hingga polis issued. Namun kalau kita perhatikan banyak Agen yang bisnisnya berhenti ketika usia profesinya baru berjalan satu hingga dua tahun. Kesalahan mendasar yang dilakukan Agen karena mereka berhenti pada siklus penjualan hanya sampai pada tahapan closing. Padahal kalau dilihat dari pengalaman yang ada, bisnis ini akan berlanjut dan berkesinambungan bila kita melakukan tahapan after sales service. Seperti pada penjualan mobil, banyak penjualan terhenti atau mengalami kejatuhan harga di pasar sekunder hanya karena mereka tidak memikirkan after sales service. Pelayanan servis pemeliharaan hingga pengadaan suku cadang yang sulit didapatkan. Dan sebaliknya kalau kita cermati, sebuah merek mobil bisa mempunyai harga tinggi di pasar sekunder, karena merk tersebut mempunyai jaringan servis dan jaminan akan tersedianya suku cadang. Karena after sales service sangat berpengaruh pada penjualan berikutnya.

Demikian juga di bisnis life insurance. After sales service salah satu yang membuat bisnis kita selalu bertumbuh. Sebenarnya kalau kita mencermati teman teman kita sesama Agen, yang sudah berkecimpung di bisnis asuransi lebih dari 10 tahun, apakah mereka mempunyai bank nama awal yang berjumlah ribuan? Tidak! Sebenarnya bank nama awal yang mereka miliki jumlahnya sekitar 100 nama. Namun dari sejumlah nama itu terciptalah nama nama baru, karena melakukan pemeliharaan hubungan dengan melakukan after sales service. Kepuasan nasabah yang mendapatkan pelayanan purna jual yang baik akan menciptakan peluang baru untuk tetap menjadi nasabah dan menambah polis baru. Dan yang terpenting kepuasan mereka diwujudkan dengan tindakan mereka yang mengenalkan Agen kepada teman teman, keluarga, dan lingkungannya. Sikap Anda yang baik dan profesionalisme yang tinggi tidak selalu menghasilkan penjualan. Namun kesaksian nasabah Anda kepada temannya, keluarganya, akan menghasilkan penjualan baru yang lebih pasti.

 Seperti apa bentuk after sales service?

Yang paling mendasar dari bentuk pelayanan purna jual dalam bisnis asuransi adalah membantu nasabah untuk mengingatkan membayar premi lanjutan. Hal ini demikian penting, karena dengan lupa membayar premi, menyebabkan polis menjadi lapse. Bila polis lapse maka polis sudah tidak berguna, sehingga bila terjadi sesuatu terhadap nasabah maka klaim tidak akan dibayarkan. Tentu saja hal ini akan merugikan keluarga nasabah. Membeli polis adalah memindahkan resiko kepada perusahaan asuransi. Semua itu bisa berjalan bila polis dalam keadaan berlaku.
 
Memang polis yang sudah lapse masih mempunyai kesempatan untuk dipulihkan kembali. Namun banyak kerugian yang akan dialami oleh nasabah. Karena semua kondisi akan kembali mengikuti polis yang baru. Misalnya, bila polis tersebut ada masa tunggu 30 hari untuk manfaat santunan rawat inap, atau untuk beberapa penyakit tertentu hanya boleh klaim setelah lewat 12 bulan. Maka ketika polis tersebut dipulihkan kembali maka ketentuan tersebut akan mulai dari awal, tentu saja hal ini akan merugikan nasabah. Saya percaya saat ini hampir semua agen selalu membawa smart phone. Harapannya smartphone tersebut bukan hanya dipergunakan sebagai alat komunikasi, namun juga secara maximal bisa dimanfaatkan untuk mencatat jatuh tempo polis nasabah. Dengan mengingatkan nasabah dengan menghubunginya via telpon tentunya akan terjalin komunikasi. Tentu saja hal ini dilakukan hanya ntuk nasabah yang melakukan pembayaran premi minimal 6 bulan dan satu tahun. Untuk nasabah bulanan, bisa dilakukan dengan mengirim sms. (Untuk nasabah dengan premi bulanan, alangkah baiknya tidak menghubungi via telepon tiap bulan hanya untuk mengingatkan, sebaiknya gunakan sms saja. Terlalu sering menghungi via telepon hanya untuk mengingatkan, membuat naabah merasa mempunyai hutang. Kecuali nasabah yang memintanya secara khusus). Namun menghubungi via telpon tetap bisa dilakukan setidaknya 6 bulan, sehingga tidak sampai mengganggu nasabah. Perlu diingat pula, bila pembayaran premi nasabah menggunakan debit kartu kredit, catatlah masa berlaku kartu kredit itu. Karena bila masa berlaku kartu kredit kadaluwarsa, dan terjadi penggantian kartu kredit yang baru dikirim oleh bank penerbit, maka akan terjadi gagal debit. Gagal debit mengakibatkan polis lapse. Dan tentu saja kita tidak bisa berharap pada nasabah yang mengingatnya. Ambil alihlah tugas itu, dan catat juga di smartphone.

Ketika menulis SPAJ, catatlah tanggal lahir nasabah dan keluarganya yang tercantum dalam kolom ahli waris/ penerima manfaat. Setiap ulang tahun jangan lupa selalu memberi ucapan. Untuk nasabah nasabah dengan premi tertentu tidak ada salahnya kita mengirimkan kue atau bingkisan. Anda bisa mengatur budget dari penerimaan komisi yang diperoleh dari nasabah tersebut. Bisnis ini adalah bisnis kita sendiri, artinya jangan menunggu company yang melakukan untuk nasabah Anda. Ingat nasabah membeli bukan karena company, namun karena nasabah percaya dan memberi bisnis pada Anda. Oleh karena itu sangat layak kalau Anda membalasnya dengan perhatian di hari istimewanya. Untuk tahu kapan nasabah Anda ulang tahun tidak harus menghafalnya. Manfaatkan smart phone Anda untuk memberi reminder pada Anda. Memberi ucapan dan mengirim bingkisan kepada nasabah sepertinya sepele, namun tindakan Anda akan berdampak besar. Karena nasabah akan selalu ingat kepada Anda, ingat pada perhatian Anda. Sebaliknya kalau Anda tidak melakukannya, maka agen asuransi lain akan melakukannya terhadap dia. Maka Anda tetap akan diingat dia, sebagai agen yang tidak memberi perhatian. Manakah yang Anda pilih ?

Menjual asuransi kalau hanya mengandalkan lingkungan sendiri tidak akan bertahan lama. Justru bisnis ini akan berkembang bila nasabah Anda yang ikut berkontribusi pada pengembangan bisnis Anda. Nasabah memberikan referensi pada Anda hanya kalau dia merasa puas dengan pelayanan Anda. Bukan puas dengan pelayanan company !!

Satu waktu ketika berjalan jalan di mall, ada pameran miniatur superhero Batman. Segala bentuk asesoris dijual di sana. Saya langsung teringat dengan salah satu anak nasabah, yang mengkoleksi Batman. Hampir segala pose dan miniaturnya saya lihat di etalase ruang bermainnya. Singkat cerita setelah saya lihat ada yang baru dan bagus, maka saya membelinya. Setelah saya bungkus rapi, besok saya kirimkan ke rumahnya, dan saya tulis nama anak tersebut. Tidak samapai sore hari mama anak tersebut sudah menghubungi saya via telpon dan mengucapkan terima kasih. Dia cukup surprise kalau saya mengingat hobbi anaknya. Sebagai seorang ibu akan senang kalau anaknya diperhatikan orang lain.

Waktu berlalu, dan ketika ada produk baru dan saya mampir ke kantor nasabah saya untuk melakukan penjualan ulang. Awalnya nasabah saya bermaksud menunda pembelian polis, dengan alasan masih mengatur keuangannya. Namun besoknya handphone saya berdering dan nama nasabah tersebut ada di layar. Dia menghubungi saya ntuk mengundang ke rumahnya untuk membicarakan ilustrasi produk baru yang saya tawarkan. Dan ternyata dia membeli lagi! Dan saya perkirakan pasti keputusan dia ada kontribusi dari istrinya, yang setidaknya masih mengingat miniatur Batman yang saya kirim untuk anaknya.

Membeli sesuatu untuk nasabah bukan berarti menunggu umpan yang dimakan, karena kalau Anda memberi dengan mengharapkan balasan, dan ketika harapan itu tidak datang, maka membuat Anda akan kecewa. Memberi dengan ketulusan maka berkat akan datang dengan sendirinya.

Bentuk after sales service lainnya adalah memberi update tentang situasi pasar dan informasi seputar finansial khususnya ketika nasabah membeli unit link. Karena bila nasabah membeli unit link dan mengalokasikan dananya ke equity fund, yaitu dana mutual fund jenis saham, maka sebagai agen harusnya membantu memonitor harga NAV. Karena bila situasi pasar yang jatuh akibat krisis atau situasi moneter atau politik, haruslah mengambil tindakan untuk mengamankan dana nasabah. Dengan memindahkan alokasi dananya ke jenis yang lebih aman. Situasi tahun 2008 ketika krisis ekonomi melanda dunia khususnya Amerika, sehingga banyak perusahaan Amerika yang harus dipailitkan dan tentu saja berpengaruh pada situasi market dan bursa saham. Tentu saja berimbas pada jatuhnya harga NAV secara drastis di Indonesia. Kondisi ini berdampak pada nasabah unit link. Sebagai agen yang profesional, harusnya pada situasi ini segera menghubungi nasabah untuk melakukan tindakan melakukan switching. Alokasi investasi yang semula di equity fund haruslah segera dipindah ke alokasi dana yang relatif aman, semacam managed fund atau money market. Sehingga dana nasabah tidak terseret kejatuhan harga NAV. Namun situasi ini memang tidak mudah. Banyak agen yang justru takut menghadapi nasabah. Mereka banyak menghindari bertemu atau menghindar menerima telpon nasabah. Kepanikan nasabah kadang justru menyalahkan agen. Kondisi semacam inilah yang membuat citra seorang agen asuransi jatuh di mata nasabah. Di saat nasabah membutuhkan bantuan atau saran, di saat yang sama agen tidak bisa dihubungi bahkan cenderung menghindar. Dan dipastikan agen jenis ini tidak akan mempunyai bIsnis yang bisa berkesinambungan. Apapun yang terjadi, janganlah menghindar dari nasabah Anda. Tetap temui mereka, dan jelaskan kondisinya. Saya percaya dengan bertemu, dan memberi penjelasan logis maka nasabah akan mengerti, bahwa situasi terjadi bukan karena kesalahan Anda. Tenangkan nasabah dan berikan jalan keluar. Bila perlu mintalah advis kepada leader Anda yang lebih pengalaman untuk mendapat tips bagaimana menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti.
 
Sekali lagi kekuatan bisnis ini salah satunya terletak pada referensi yang kita peroleh dari nasabah. Tanpa referensi maka bisnis kita akan berusia singkat. Dan sebaliknya dengan membina hubungan yang baik pada nasabah, secara tidak langsung mereka akan dengan senang hati mereferalkan kita kepada orang orang di lingkungannya. Dan orang lain akan lebih mempercayai teman yang memberikan referensi daripada kita yang mempromosikan diri sendiri. After sales service adalah bagian siklus penjualan yang merupakan bagian dari nadi bisnis kita! (HC)

fokcoy

FokCoy - Kelompok 3 Pengantar Wirausaha dari UNAS PASIM yang beranggotakan 8, Luky Lukman, Handika Caesar, Rizwan Rifaldi, Muhammad Riyadi, Suharto, Ravialy, Hilman,Rizky Bayu, Abdul Hakim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar