CRM ( Customer Relationship Management )
I. Pengertian CRM
CRM atau Customer
Relationship Management merupakan strategi dan usaha untuk menjalin hubungan
dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan.Dengan
memanfaatkan CRM, perusahaan akan mengetahui apa yang diharapkan dan diperlukan
pelanggannya sehingga akan tercipta ikatan emosional yang mampu menciptakan
hubungan bisnis yang erat dan terbuka serta komunikasi dua arah di antara
mereka.Dengan demikian kesetiaan pelanggan dapat dipertahankan dan tidak mudah
berpindah ke lain produk dan merek.
CRM mendukung suatu
perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dengan
menjalin hubungan dengan tiap pelanggan yang berharga melalui penggunaan
informasi tentang pelanggan. Berdasarkan apa yang diketahui dari pelanggan,
perusahaan dapat membuat variasi penawaran, pelayanan, program, pesan, dan
media. Melalui sistem yang menerapkan CRM, perusahaan membentuk hubungan yang
lebih dekat dengan pelanggan, dimana perusahaan dapat mengetahui kebutuhan
pelanggan dan menyediakan pilihan produk atau layanan yang sesuai dengan
permintaan mereka.
CRM didefinisikan
sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang
terkoordinasi. CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak
yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan
untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.
II. Variasi CRM
Ada beberapa variasi CRM
dengan paket piranti lunak dalam memfokuskan aspek yang berbeda. Beberapa
diantara piranti lunak CRM yang dikenal adalah seperti berikut.
· Operasional
Operational CRM
memberikan dukungan untuk proses bisnis di front office, seperti untuk
penjualan, pemasaran, dan staf pelayanan. Interaksi dengan pelanggan biasanya
disimban dalam sejarak kontak pelanggan, dan staf dapat melihat kembali
informasi pelanggan ketika dibutuhkan. Dengan sejarah kontak pelanggan ini,
staf dapat dengan cepat memperoleh informasi penting. Dapat meraih pelanggan
dalam waktu dan tempat yang tepat merupakan sesuatu yang sangat diinginkan.
· Penjualan.
Untuk penjualan biasa
digunakan Sales Force Automation (SFA). SFA membantu untuk otomatisasi
aktivitas yang terkait dengan staf penjualan, seperti untuk penjadwalan
menghubungi pelanggan, pengiriman surat kertas maupun elektronik ke pelanggarn,
menelusuri respon pelanggan, membuat laporan, menilai tingkat penjualan, proses
order penjualan otomatis.
· Analitik.
Analytical CRM
menganalisis data pelanggan untuk berbagai tujuan seperti merancang dan
menjalankan kampanye target pemasaran, termasuk melakukan cross-selling,
up-selling, aiatem informasi manajemen untuk forecasting keuangan dan analisis
profitabilitas pelanggan.
· Intelijen Penjualan.
Intelijen Penjualan atau
Sales Intelligence dalam CRM adalah sejenis dengan is similar to Analytical
CRM, tetapi ditekankan lebih jauh untuk piranti penjualan langsung dengan fitur
untuk mencari peluang Cross-selling/ Up-selling/ Switch-selling, kinerja
penjualan, kecenderungan pelanggan, margin pelanggan.
· Manajemen Kampanye.
Campaign management
mengkombinasikan elemen antara CRM operasional dan analitik agar dapat
menjalankan fungsi pembentukan kelompok target dengan kriteria tertentu
menggungakan data pelanggan, mengirimkan materi yang terkait dengan kampanye
produk untuk calon tertentu menggunakan berbagai saluran seperti e-mail,
telephone, SMS, dan surat, menelusuri, menyimpan dan menganalisis statistik
kampanye.
· Kolaboratif.
Collaborative CRM
mencakup aspek-aspek yang ditangani korporasi yang terkait dengan pelanggan
pada berbagai departemen seperti pada bagian penjualan, dukungan teknis, dan
pemasaran. Staf dari berbagai departemen pada korporasi yang sama dapat saling
bertukar dan berbagi informasi yang dikumpulkan ketika berinteraksi dengan
pelanggan. CRM jenis ini bertujuan untuk menggunakan informasi yang dikumpulkan
secara bersama di semua departemen untuk peningkatkan kualitas pelayanan yang
diberikan.
Sasaran untuk
menjalankan strategi CRM harus mempertimbangkan situasi spesifik yang dihadapi
perusahaan dan juga kebutuhan dan harapan pelanggan. Informasi yang didapat
melalu inisiasi CRM dapat mendukung pengembangan strategi pemasaran dengan
mengembangkan pengetahuan pada area-area tertentu seperti identifikasi segmen
pelanggan, peningkatan retensi pelangggan, perbaikan produk yang disampaikan,
juga identifikasi pelanggan blue chip (yang paling menguntungkan). Sasaran ini
dilakukan dengan melakukan manipulasi informasi yang terkait yang selanjutnya
dimanfaatkan bersama untuk ditransformasikan menjadi pengetahuan. Pengetahuan
ini merupakan pengetahuan yang memungkinkan perusahaan dapat lebih memahami
pelanggan, dan digunakan untuk menyesuaikan kapabilitas organisasi agar dapat
memberikan nilai yang lebih baik bagi pelanggan. Strategi CRM bervaria dalam
besaran, komplesitas, cakupanya. Hal ini akan berpengaruh pada tipe apa CRM
dikembangkan. Strategi CRM yang efektif akan fokus pada berbagai saluran.
Perusahaan harus secara efektif mengelola saluran ini untuk perbaikan pelayanan.
Kegagalan berbagai
projek CRM terutama terkait dengan kualitas dan availabilitas data pelanggan.
Data yang baik merupakan isu penting. Ketika perusahaan yang menggunakan CRM
untuk menelusuri siklus hidup pendapatan, pembiayaan, margin keuntungan, dan
interkasi dengan pelanggan secara individual, maka semua ini harus tergambarkan
dengan jelas dalam suatu bisnis proses. Data yang digunakan harus dapat diambil
dari berbagai sumber data yang ada di tiap departemen atau bidang yang ada di
perusahaan. Sistem yang komprehensif dengan struktur yang telah didefinisikan
dengan baik akan meningkatkan kualitas data yang dipakai dalam pengambilan
keputusan. Meski saat ini banyak piranti lunak yang tersedia tentang CRM, namun
perlu diingat bahwa CRM bukan sekedar teknologi namun lebih pada pendekatan
komprehensif yang berpusat pada pelanggan. Implikasinya adalah kebijakan,
proses, pelatihan staf, manajemen pemasaran, dan manajemen informasi. Dengan
cara pandang ini, CRM merupakan hal yang dapat memberikan peran penting dalam
usaha merekayasa proses penjualan untuk memberikan nilai tambah pada pelanggan.
III. Dasar - Dasar CRM
Mengambil data input
berupa data profile dari semua pelanggan (customer) dan memberikan informasi
yang sesuai kepada klien berupa informasi tentang customer history,
kebutuhan-kebutuhan pasar dan isu-isu lain seputar perkembangan pasar.
Dalam perkembangannya,
CRM bisa didefinisikan sebagai berikut :
·
CRM adalah sebuah
istilah industri TI untuk metodologi, strategi, perangkat lunak (software) dan
atau aplikasi berbasis web yang mampu membantu sebuah perusahaan untuk
mengelola hubungannya dengan para pelanggan.
·
CRM adalah usaha sebuah
perusahaan untuk berkonsentrasi menjaga pelanggan dengan mengumpulkan segala
bentuk interaksi pelanggan baik itu lewat telepon, e-mail, masukan di situs
atau hasil pembicaraan dengan staf sales dan marketing.
·
CRM adalah sebuah
strategi bisnis menyeluruh dalam suatu perusahaan yang memungkinkan perusahaan
tersebut secara efektif bisa mengelola hubungan dengan para pelanggan.
IV. Arsitektur CRM
Sistem CRM ini memiliki
hubungan dengan bagian-bagian lain sesuai dengan bagan berikut ini :
· CRM –
Marketing
Hubungan antar bagian
ini dibutuhkan pada saat pengiriman SMS broadcast ke seluruh pelanggan. Hal ini
dikarenakan isi pesan yang dikirimkan tersebut bergantung pada strategi
pemasaran yang diterapkan oleh bagian marketing.
· CRM – Sales
Hubungan ini terutama
untuk penindaklanjutan keluhan pelanggan. Kasus yang berhubungan dengan sales
antara lain apabila pelanggan menanyakan status order mereka yang belum
ditanggapi oleh bagian sales.
· CRM – Service
Hubungan ini untuk
fasilitas service appointment folder dimana perlu adanya cross-check dengan
bagian service (bengkel). Hubungan ini juga dapat digunakan untuk penindaklanjutan
keluhan pelanggan. Kasus yang berhubungan dengan service antara lain apabila
pelanggan menanyakan kondisi terakhir kendaraan mereka yang sedang diperbaiki.
· CRM – Quality
Control
Hubungan ini terutama
untuk penindaklanjutan keluhan pelanggan. Kasus yang berhubungan dengan quality
control antara lain apabila pelanggan mengeluhkan kerusakan dan kecacatan
komponen kendaraan mereka, yang bukan disebabkan oleh penggunaan tetapi hasil
dari produksi pabrik.
· CRM – Shipment
Hubungan ini terutama
untuk penindaklanjutan keluhan pelanggan. Kasus yang berhubungan dengan
shipment antara lain apabila pelanggan menanyakan status pengiriman order
mereka yang belum sampai.
· CRM – Branch
Management
Hubungan ini terutama
untuk kegiatan sinkronisasi data antara pusat dan cabang. Cabang akan
memberikan trigger untuk melakukan sinkronisasi. Hubungan ini juga dapat
digunakan untuk information retrieval mengenai data-data yang ada di kantor
cabang.
V. Aspek CRM
Ada 3 aspek penting yang
perlu dibenahi perusahaan dalam proses CRM, yaitu orang, proses dan prosedur,
serta sistem dan teknologi.
· Aspek Pertama
Orang meliputi
internalisasi cara berpikir orang tentang bagaimana melayani konsumen. Visi
implementasi CRM harus jelas terlebih dahulu dan dipahami secara benar oleh
suma karyawan dalam perusahaan. Salanjutnya adalah aspek kesiapan dari sisi
pengetahuan dan keterampilan. Perusahaan perlu mengadakan pelathan-pelatihan
dan proses belajar yang membuat karyawan lebih siap dalam proses implementasi
CRM.
· Aspek Kedua
Proses dan prosedur.
Dari sisi proses dan prosedur, perusahaan harus mendefiniskan secara lebih
jelas target market yang kan dibidik dan prosedur perusahaan secara lebih rinci
dalam melayani konsumen. Hal ini penting agar karyawan yang berhubungan
langsung dengan konsumen memiliki aturan yang jelas tentang bagaimana melayani
pelanggan mereka. Selain itu, satu hal yang juga penting adalah bagaimana
perusahaan menghubungkan antara kepuasan pelanggan dengan kinerka karyawan.
Artinya tidak hanya menjadi slogan dan jargon, tetapi proses layanan pelanggan
menjadi sistem yang harus dijalankan oleh seluruh karyawan.
· Aspek Ketiga
Strategi pemilihan dan
pengembangan teknologi CRM. Perusahaan perlu membuat cetak biru tentang
teknologi CRM seperti apa yang kan digunakan, bagaimana proses implementasinya,
training, dan juga penerapannya yang berhubungan dengan sistem yang sudah ada
sekarang.
Pada aspek implementasi
ini, sebelum mengimplementaiskan ke seluruh perusahaan, perlu dilakukan proyek
percontohan implementasi yang dievaluasi secara intensif dan menyeluruh. Proyek
prcontohan ini penting agar menjaga proses implementasi keseluruhan dapat
berjalan dengan sukses.
Adapun aspek teknik dari
CRM yaitu :
· Operasi Front
office yang langsung berinteraksi dengan pelanggan seperti ketemu
langsung, panggilan telepon, e-mail, layanan online, dll.
·
Operasi Back office yang sangat berpengaruh pada aktivitas pada layanan di front
office seperti bagian pembayaran, perawatan, perencanaan, pemasaran, dll.
·
Hubungan bisnis, yaitu interaksi dengan perusahaan dan rekanan lain seperti
suppliers/ vendors, outlet pengecer dan distribusi, jaringan industri. Jaringan
eksternal ini akan mendukung aktivitas di front dan back office.
·
Data kunci dalam CRM dapat dianalisis dengan tujuan melakukan
perencanaan kampanye pada target pemasaran, memahami strategi bisnis, dan
memutuskan keberhasilan aktivitas CRM seperti pangsa pasar, karakteristik
pelanggan, pendapatan dan keuntungan.
VI. Pengaruh Internet
Terhadap CRM
Internet memungkinkan
terjadinya komunikasi jarak jauh dan bersifat global, sehingga pihak perusahaan
dan pelanggan atau calon pelanggan dapat saling berinteraksi tanpa dibatasi
oleh waktu dan tempat. Melalui pemanfaatan internet sebuah perusahaan dapat
menjangkau konsumen dalam skala global dengan modal yang terbatas, serta
melakukan kegiatan bisnis seperti promosi, pengenalan produk, penjelasan
produk, harga produk sampai dengan transaksi penjualan produk yang dapat lebih
memanjakan konsumen.
Selain itu perusahaan
dapat melakukan analisis mengenai customer berdasarkan kriteria tertentu
seperti melakukan analisis yang dapat dihasilkan sangat beragam berdasarkan
data informasi yang masuk, berupa pertanyaan, pengaduan, ataupun saran customer
sering membantu perusahaan untuk memperbaiki produk dan service-nya. Dapat
menampilkan warning atau reminder seperti mengucapkan selamat ulang tahun lebih
dulu dibandingkan pasangan atau kenalan customer tersebut sehingga membuat
customer tersanjung, ini merupakan salah satu contoh kegunaan warningatau
reminder pada sistem CRM. Tidak terbatas hanya untuk memanjakan customer,
warning, atau reminder juga dapat digunakan untuk mengingatkan customer pada
event tertentu, misalnya tanggal jatuh tempo produk/service tertentu, hal ini
akan membantu memperlancar kegiatan bisnis sehingga perusahaan dapat membangun
hubungan yang bersifat langsung dengan konsumen (direct marketing).
Bila sudah terjadinya
CRM berbasis internet seperti diatas, maka perusahaan mendapatkan keuntungan
sebagai berikut :
· Meningkatkan Laba
Perusahaan dengan cara menggunakan hubungan yang sudah ada antara perusahaan
dan pelanggan.
· Menciptakan pelayanan
yang memuaskan menggunakan informasi yang terintegrasi. Dengan menggunakan
informasi pelanggan yang lebih baik dalam mencukupi kebutuhan pelanggan, dapat
menghemat waktu pelanggan dan mengurangi frustasi.
· Menampilkan
konsistensi, prosedur dan proses saluran jawaban.Dengan meningkatnya saluran
hubungan pelanggan, banyak pekerja pula yang tercakup dalam transaksi
penjualan. Tanpa ukuran atau kompleksitas perusahaan harus memperbaiki proses
dan konsistensi prosedural dalam pengelolaan akuntan dan penjualan.
Dengan adanya internet
maka pencapaian tujuan dari CRM dilakukan secara lebih cepat dan maximal.
VII. Potensi, Fungsi dan
Manfaat CRM
A. Potensi dari CRM
Potensi dari sebuah CRM
sangatlah besar, diantaranya adalah :
·
Jumlah konsumen
bertambah, yaitu mencari konsumen baru disamping tetap memelihara tingkat
kepuasan konsumen yang sudah ada.
·
Mengetahui tingkat
kepemilikan perusahaan pada konsumen, yaitu dengan mengetahui kebutuhan
konsumen.
·
Mengetahui kebutuhan
konsumen pada masa yang akan datang, yaitu melalui hasil transaksi yang sudah
dilakukan dan dari hasil analisa data-data transaksi yang sudah terkumpul.
·
Mengetahui
ketidaknormalan pada setiap aktivitas transaksi, yaitu mengetahui tindak
kriminal seperti penipuan dan lain sebagainya.
·
Mengetahui perbaiakn
yang harus dilakukan pada service yang diberikan kepada konsuman.
·
Mampu menganalisa pola
data transaksi, sebagai contoh mampu mengetahui kombinasi produk yang akan
dijual pada waktu-waktu tertentu.
·
Mengurangi resiko
operasional, yaitu dengan mengetahui prediksi yang akan terjadi dan kesalahan
yang pernah dilakukan melalui customer history.
B. Fungsi dari CRM
Sebuah sistem CRM harus
bisa menjalankan fungsi:
· Mengidentifikasi
faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
· Mengusung falsafah
customer-oriented (customer centric)
· Mengadopsi pengukuran
berdasarkan sudut pandang pelanggan
· Membangun proses ujung
ke ujung dalam melayani pelanggan
· Menyediakan dukungan
pelanggan yang sempurna
· Menangani
keluhan/komplain pelanggan
· Mencatat dan mengikuti
semua aspek dalam penjualan
· Membuat informasi
holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.
Oleh karena itu agar
sebuah sistem CRM dapat menjalankan fungsinya,maka diperlukan :
· Perencanaan bisnis
yang matang
· Mendefinisikan tujuan
dan sasaran dari penerapan CRM
· Menentukan
batasan-batasan dari CRM menurut strategi yang ditetapkan
· Menentukan standar
aturan penanganan strategi berdasarkan informasi dari system CRM seperti
perubahan, perbaikan dan pemantapan strategi
· Menentukan parameter
dan standar pengukuran keberhasilan penerapan CRM
C. Manfaat dari CRM
Adapun manfaat dari CRM
ialah :
·
Jumlah konsumen
bertambah, yaitu mencari konsumen baru disamping tetap memelihara tingkat
kepuasan konsumen yang sudah ada.
·
Mengetahui tingkat
kepemilikan perusahaan pada konsumen, yaitu dengan mengetahui kebutuhan
konsumen.
·
Mengetahui kebutuhan
konsumen pada masa yang akan datang, yaitu melalui hasil transaksi yang sudah
dilakukan dan dari hasil analisa data-data transaksi yang sudah terkumpul.
·
Mengetahui
ketidaknormalan pada setiap aktivitas transaksi, yaitu mengetahui tindak
kriminal seperti penipuan dan lain sebagainya.
·
Mengetahui perbaiakn
yang harus dilakukan pada service yang diberikan kepada
konsuman.
·
Mampu menganalisa pola
data transaksi, sebagai contoh mampu mengetahui kombinasi produk yang akan
dijual pada waktu-waktu tertentu.
·
Mengurangi resiko
operasional, yaitu dengan mengetahui prediksi yang akan terjadi dan kesalahan
yang pernah dilakukan melalui customer history.
VIII. Implementasi CRM
Untuk
mengimplementasikan sebuah srategi CRM, diperlukan setidaknya 3 faktor kunci,
yaitu :
·
Orang-orang yang
profesional (kualifikasi memadai)
·
Proses yang didesain
dengan baik
·
Teknologi yang memadai
Implementasi CRM
setidaknya harus memiliki elemen-elemen berikut :
·
Otomatisasi pemasaran,
Pemasaran
dapat dilakukan secara otomatisasi tanpa perlu bertransaksi langsung antara
customer dengan produsen. Atau cara pembayaran yang tidak perlu langsung
membawa uang cash.
·
Pusat pelayanan (Call Center),
Fungsinya
antara lain untuk mengetahui kebiasaan konsumen, menerima keluhan dari para
pelanggan sehingga data tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas
pelayanan dan produknya serta mengumpulkan customer history.
·
Penggudangan Data (Data Warehousing),
Informasi
tentang pelanggan harus dilakukan dalam satu system terpadu. Hasil analisa
harus mampu menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu tentang pelanggan sehingga
staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus terhadap grup
pelanggan tertentu. Nantinya gudang data ini juga harus mampu menaikkan volume
penjualan.
IX. Teknologi Pendukung
CRM
· Costumer Database
Sebuah
sistem tak akan pernah berjalan dengan baik tanpa adanya database. Begitu pula
dengan CRM ini. Yang menjadi tulang punggung dari sistem ini tak lain dan tak
bukan adalah database dari kostumer. Informasi yang diperoleh dari konsumen
baik berupa interaksi dengan perusahaan dan prospek kedepannya akan sangat
berharga, termasuk juga informasi yang diperoleh dari order kostumer, informasi
tentang support yang diberikan, request kostumer, complain, interview dan
survey yang telah diberikan. Bagi sistem CRM kesemua hal itu adalah input yang
sangat berharga bagi perusahaan.
· Costumer Intelligence
Costumer
intelligence adalah sebuah upaya untuk mengkotak-kotakkan kostumer sesuai
dengan needs dan kebutuhannya masing-masing. Tentu saja hal ini bisa dilakukan
dengan bantuan software atau manual manusia. Setelah ia dikotak-kotakkan kita
akan dengan mudah memasukkan kostumer itu kedalam permainan strategi bisnis
perusahaan. Contohnya adalah pembagian kostumer potensial, kostumer biasa, dan
kostumer tak potensial. Ini akan memudahkan kita untuk mengetahui apakah
kostumer itu cukup puas atau tidak.
· Costumer Capacity and Competency
Development
Tujuan
utama dari teknologi pendukung ini adalah continous improvement yang
memungkinkan perusahaan berada sedikit lebih dekat dengan apa yang dimaui oleh
kostumer. Sistem yang kompleks memang dibutuhkan untuk mencapai hal ini, tapi
bukan hanya itu saja, praktek langsung jauh lebih powerful untuk mencapai level
kepuasan pelanggan yang diinginkan, kombinasi sempurna dari manusia dan
teknologi akan menghasilkansalah satu core competencies yang memungkinkan
perusahaan terus berada di depan dalam kompetisi CRM. Kesuksesan dalam memilih
tools, teknologi, dan praktek langsung akan kemudian ditiru oleh perusahaan
yang lain ketika kombinasi itu terbukti sukses. Hal ini akan menyebabkan
perusahaan kita menjadi market leader dalam CRM. Tentu saja market leader tak
kan dapat dipertahankan lama bila tak ada perubahan dinamis didalam perusahaan
yang disesuaikan dengan pergerakan keinginan kostumer.
X. Kesimpulan
CRM
merupakan salah satu alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan
untuk memperoleh profit melalui manajemen hubungannya dengan pelanggan.
Manajemen hubungan pelanggan tersebut meliputi memperoleh pelanggan baru,
meningkatkan pelayanan, dan mempertahankan pelanggan lama.
Dalam
penerapan serta pengembangan CRM tersebut, diperlukan proses yang memungkinkan
perusahaan untuk menganalisa pelanggannya, sehingga perusahaan dapat mengenali
dan memahami pelanggannya secara lebih personal agar dapat memberikan pelayanan
yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.
Kunci
utama yang mendukung keberhasilan CRM adalah perubahan, baik perubahan dari
segi sistem kerjanya, teknologi informasi, budaya kerja, serta peningkatan
kemampuan sumber daya manusianya merupakan hal yang sangat penting. Perusahaan
mengharapkan para karyawannya dapat lebih berkomunikasi dan menjalin hubungan
yang baik dengan para pelanggan.
v
After Sales
Dalam berinteraksi bisnis
sehari-hari dengan para customer, setiap hari dialami berbagai keunikan, berbagai
karakter serta pertanyaan yang di ajukan kepada kami, dari sekian
pengalaman''real" itu, kami akan membahas satu kenyataan di lapangan yang
sering jadi pusat perhatian para calon pembeli dari www.alatmedik.com yaitu pertanyaan mengenai "after sales
service" yang di tanyakan Para customer kami khususnya yang baru mengenal
kami (www.alatmedik.com), sementara para custumer yang sudah lama mengenal
kami, mereka sudah tidak mempermasalahkan lagi hal ini karena seringnya mereka
bertransaksi yang sampai saat ini kami bersyukur berjalan sangat baik dan tanpa
masalah.
Bagaimana menjawab keraguan
sekaligus pertanyaan para calon customer kami yang baru ini?... Tentunya
keraguan dan persaan ini adalah wajar terjadi pada setiap orang, setiap calon
pembeli atau setiap calon mitra yang akan membeli barang dari dunia maya, apa
lagi barang yang akan di beli hargannya puluhan juta bahkan ratusan juta, ada
istilah sederhana yang dapat menjawab ini yaitu istilah " tak kenal maka
tak sayang" bisa di terjamahkan juga menjadi "tak kenal maka tak
percaya" untuk itulah dalm website ini kami mencoba menjelaskan sejelas
mungkin tentang siapa kami, apa yang kami jual, dimana alamat kami dan siapa
saja pelanggan kami, kadang kami selalu menganjurkan para customer kami untuk
datang langsung ke alamat kami supaya yakin tentang alat yang akan dibelinya.
Adapan tentang after sales
service, kami sangat memahami bahwa alat medik/kedokteran yang anda beli dari
kami adalah investasi anda, untuk itulah kami berusaha untuk menjual barang
kami dengan tanggung jawab moral serta menjaga trust, barang yang di jual di www.alatmedik.comterdiri
dari 3 bagian yaitu alat baru, alat second dan spare part, untuk alat baru
setiap orang maklum bahwa harus ada garansinya, tetapi untuk alat second?
jawabanya tidak semua penjual memberikan garansi ini, mungkin ada bisa melihat
kenyataan dilapangan. Kami hadir salah satunya untuk menangani kendala itu, karena
setiap alat second yang kami jual hampir semua bergaransi dan kami akan
menjelaskan detailnya saat transaksi, adapun alat yang tidak bergaransi kami
akan jelaskan juga adanya sebelum klien kami membeli barang dari kami, sebagai
contoh untuk spare part yaitu probe Ultrasound, kami tidak memberlakukan
garansi untuk hal ini kalau rusak atau terjatuh dan sebagainya karena human
error, mengapa? karena memang dimanapun tidak mampu menangani ini kecuali
di ganti yang baru, untuk itulah kami selalu menjelaskan pada klien kami untuk
meyakinkan terlebih dahulu fungsinya, kondisi, bentuk dan sebaginya sebelum
membeli spare part ini.
Contoh lain tentang after sales
service yang kami berlakukan pada alat-alat tertentu yang memerlukan instalasi,
contohnya alat radiologi, apabila anda membeli alat radilogi yang baru maupun
yang second dari kami maka kami akan menangani dari pengiriman alat berikut
instalasi alat tersebut di tempat anda sampai alat itu berfungsi dengan baik,
setelah itu diberikan waktu garansi sampai beberapa bulan kedepan berikutnya
(untuk alat alat second) dan beberapa tahun untuk alat baru sesuai jaminan
garansi dari perusahaan pembuat alat, dan kami akan tetap melayani service alat
itu diluar waktu garansi (dengan ketentuan berlaku). Semoga artikel ini bisa
membantu dan bermanfaat buat anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar